Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Junaidi Syam Seniman/ Budayawan Pilihan Sagang Jurnalistik  Nilai Seorang Wartawan Adalah Tulisan Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  Gubernur Kembali Cari Klub di Liga 2 Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 

MAKALAH

Download

Download

Home / Jurnalistik

Riau Pos Raih 2 Penghargaan Rida Award 2013

Senin, 01 Juli 2013 10:18 | Jurnalistik

PADANG (RP)- Riau Pos meraih dua penghargaan dari lima kategori yang diperlombakan pada ajang Rida Award 2013 yang dilaksanakan di di Ballroom Mercure Padang, Sumatera Barat, Ahad (30/1), malam tadi.

Tulisan Muhammad Amin berjudul ‘’Duanu yang Terancam Punah’’ berhasil menjadi peraih Rida Award 2013 kategori Karya Tulis Jenis Indepth Investigasi.

Sedangkan foto Didik Herwanto berjudul ‘’Ngelem’’ juga berhasil dinobatkan sebagai Foto Jurnalistik Rida Award 2013.  Turut hadir dan menyerahkan piagam penghargaan pada malam tersebut, CEO Riau Pos Group H Makmur SE Ak.

Rida Award 2013 juga memberikan penghargaan untuk kategori Karya Tulis Jurnalistik Jenis Feature yang diraih Yermia Riezky, majalah Batampos.co dengan judul tulisan ‘’Invasi Kerajaan Kek Pisang’’.

Kategori Perwajahan Koran Umum Batam Pos edisi 21 Mei 2013 dan Kategori Perwajahan Koran Metro Posmetro Rohil edisi 8 Mei 2013.

Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi mengatakan Rida Award merupakan momentum untuk bersaing secara sehat, serta untuk memotifasi agar menjadi jurnalis yang lebih baik.

‘’Temukan lagi ruh jurnalistik. Wartawan dituntut untuk sungguh-sungguh dalam menulis sebuah karya, lebih mendalam, dan tidak asal menulis. Inilah yang mendasari tujuan Rida Award itu sendiri,’’ jelas Rida.

Rida membacakan hasil penjurian, dari lima nominasi untuk kategori Perwajahan Koran Umum, masing-masing Batam Pos (edisi 21 Mei 2013 ), Dumai Pos (edisi 23 Oktober 2012), Padang Ekspres (edisi 25 Mei 2013), Riau Pos (edisi 20 April 2013 ), dan Sumut Pos (terbitan 19 Maret 2013). Batam Pos (edisi 21 Mei 2013), keluar sebagai pemuncak tahun ini, dan berhak membawa hadiah uang tunai sebesar Rp10 juta.

Untuk Perwajahan Koran Metro, dari lima nominasi, Bengkalis Ekspres (edisi 1 April 2013), Metro Siantar (terbitan 1 Maret 2013), Posmetro Batam (edisi 1 Maret 2013), Posmetro Padang (terbitan 30 Mei 2013) dan Posmetro Rohil (edisi 8 Mei 2013).  Posmetro Rohil (edisi 8 Mei 2013) menjadi pemenang.

Sedangkan untuk Karya Foto Jurnalistik, dari lima nominator yang terpilih, yakni foto berjudul ‘’Menunggu Dievakuasi’’ karya Dalil Harahap (Batam Pos), ‘’Menimba Ilmu di Ruangan Lapuk’’ hasil jepretan Parlindungan Pohan (Metro Tabagsel), foto bertajuk ‘’Ngelem’’ karya Didik Herwanto (Riau Pos), ‘’Pantang Menyerah’’ foto bidikan Yusfreyendi (Tanjungpinang Pos), serta foto karya Said Mufti (Riau Pos) berjudul ‘’Pacu Jawi’’.

Dewan juri memilih foto karya Didik Hermanto dari Riau Pos, dengan judul ‘’Ngelem’’ berhasil memenangkan karya foto terbaik tahun ini.

Untuk kategori Karya Tulis Jurnalistik Jenis Feature, dari Enam tulisan yang berhasil masuk menjadi nominator, masing-masing ‘’Invasi Kerajaan Kek Pisang’’ karya Yermia Riezky (Majalah Batampos.co.id), ‘’Laskar Penantang Maut dari Sekusut’’ karya Samsul Bahri (Posmetro Rohil), ‘’Rajo Lelo, Pewaris Terakhir Tuah Penakluk Harimau’’ (Benny Okva Della, Posmetro Padang), ‘’Demi Rupiah, Racun pun Diajak Kompromi’’ buah karya Yon Rizal Sholihin (Bengkalis Ekspres), ‘’Daliman Purba, Tuna Netra Penyadap Tuak’’ tulisan Rano Hutasoit (Metro Siantar), dan ‘’Impian Dokter dari Bocah Tanpa Sepasang Tangan’’ karya Yusfreyendi dan Slamet Nofasusanto (Tanjungpinang Pos).

Karya Yermia Riezky dari Majalah Batampos.co.id, dengan judul ‘’Invasi Kerajaan Kek Pisang’’, berhasil menarik perhatian dewan juri.

Sementara itu, untuk kategori Karya Tulis Jurnalistik Jenis Indepth Investigasi, masing-masing tulisan ‘’Duanu yang Terancam Punah’’ karya Muhammad Amin (Riau Pos), ‘’Pahit Nasib Tertumpang Kuda Beban’’ karya Sanny Ardhy (Padang Ekspres), ‘’Dolar dalam Sebongkah Bauksit’’ karya Muhammad Nur dan Yermia Riezky (Majalah Batampos.co.id), lalu tulisan ‘’Sekampung Buta Huruf’’ karya Gema Setara (Majalah Riaupos.co),’’Modus Ampuh Curi BBM,’’ karya Fachrur Rozi dan Laila Azizah (Sumut Pos), serta ‘’Ketika Penjarah Merusak Zona Merah’’ karya Riawan Saputra (Pekanbaru MX).     

Muhammad Amin dari Riau Pos, dengan tulisannya ‘’Duanu yang Terancam Punah’’, berhasil menyingkirkan pesaingnya, dan berhak membawa pulang hadiah uang tunai sebesar Rp25 juta.

Menurut Rida, tahun ini, karya tulis jenis Feature, maupun indepth investigasi, sangat merepotkan dewan juri untuk menentukan siapa pemenangnya. Karena, dari seluruh tulisan yang masuk nominator, hampir keseluruhnya bagus.

‘’Saya sebagai ketua Dewan juri, sangat hati-hati sekali menentukan pemenang ini. Karena, jarak poin dari masing-masing nominator ini tidak terlalu jauh. Namun, saya selalu tekankan, tulisan yang berpeluh membuatnya, serta lebih mendalam, itu yang bakal jadi terbaik,’’ tuturnya.

Tidak saja karya tulisan yang membanggakan, perwajahan Koran, juga rata-rata bagus dan bersaing. Lebih mengembirakan lagi, tidak hanya Koran-koran lama, namun, koran baru juga cukup berani menampilkan hal-hal yang menjual dan menarik pembaca.

Sementara itu, Rida menyebutkan, untuk kategori foto jurnalistik, tahun ini sedikit mengalami kemunduran dari tahun sebelumnya.

‘’Kebanyakan photogragfer tidak sabar menunggu moment bagus. Tergesa-gesa. Tahun ini, memang tidak bagus foto-fotonya. Ini perlu jadi catatan bagi setiap pewarta foto,” tegas Rida.

Pada sore harinya, tim Divre Pekanbaru berhasil mempertahankan gelar di ajang Rida Cup 2013 setelah mengalahkan Tim Divre Padang (Sumbar) dengan skor 2-1 di Lapangan Imam Bonjol, Padang.

Di sisi lain, sehubungan dengan akan diresmikannya gedung Graha Pena Padang, Rida menyebutkan, membangun suatu perusahaan itu harus didasari kebersamaan yang kuat dari semua unsur.

‘’Kalau Grup Padang Ekspres ini sudah bekerja sungguh-sungguh, dan membangun kebersamaan yang solid, keharmonian, saling bahu-membahu, percayalah, grup akan Padang akan menjadi besar,’’ harapnya.

Pemred Riau Pos M Nazir Fahmi mengharapkan penghargaan Rida Award yang diraih dapat memotivasi untuk seluruh awak redaksi.

‘’Kepada kawan-kawan yang meraih Rida Award saya mengucapkan selamat. Penghargaan ini akan menjadi semangat kita untuk lebih baik lagi di masa mendatang,’’ kata Nazir.(cr4/rpg)


++ Lainnya »

++ Indeks »