Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Junaidi Syam Seniman/ Budayawan Pilihan Sagang Jurnalistik  Nilai Seorang Wartawan Adalah Tulisan Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  Gubernur Kembali Cari Klub di Liga 2 Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 

MAKALAH

Download

Download

Home / Bisnis

DI TENGAH GEMPURAN MEDIA ONLINE, TV dan MEDSOS

Koran Lengkap dan Akurat Jadi Gong Penentu

Rabu, 25 November 2015 08:46 | Bisnis

BATAM (RIAUPOS.CO) – Di tengah pembaca yang berada pada kumpulan tekanan informasi media online,televisi  dan media sosial, media cetak semestinya menempatkan diri sebagai gong penentu, dengan suguhan informasi yang lebih lengkap dan akurat.

Apalagi jika kelebihan masing-masing-media yang dimiliki, cetak, elektronik dan online tersinergi secara baik, konvergensi media yang tercipta bakal menambah keunggulan sajiannya.

"karenanya kita terus mengembangkan konvergensi media itu," kata Chairman Riau Pos Group (RPG) H Rida K Liamsi, saat memotivasi para pemimpin redaksi (Pemred) 23 media cetak, 9 media online dan tiga televisi se-RPG di Batam, Selasa (24/11).

Berbicara pada Forum Pemred RPG II yang diikuti peserta dari Riau, Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau itu, Rida juga meminta untuk tidak mengabaikan kekuatan efek media sosial (medsos) untuk juga menguatkan sajian media online.

Sebab, kebiasaan orang menulis status atau ide-idenya di medsos ternyata memengaruhi gaya media massa dalam menuliskan beritanya, terutama media pemberitaan online.

"Pola kecenderungannya begitu, judul yang mengadopsi jalinan bahasa seperti di medsos itu yang paling banyak mencuri perhatian pembaca untuk mengkliknya," kata Rida.

Dikatakan, pola bahasa yang lazim digunakan di medsos sedikit-banyak telah mempengaruhi ketertarikan pembaca mengakses konten berita. Sehingga, media juga mesti menyesuaikan suguhan beritanya demi menggaet segmen pembaca dunia maya yang jangkauannya lebih luas.

"Jadi pakem 5W1H (what, when, where, who, why dan how/apa, kapan, dimana, siapa, kenapa dan bagaimana) itu bisa diambil mana yang paling menarik, bisa diawali dengan who (siapa), when (kapan), atau yang lainnya," kata Rida.

Karenanya, Rida meminta para pemred di bawah bendera media RPG, agar terus memperhatikan kemauan pembaca dan cerdas mengolah dinamika pergeseran kehendak pasar seiring kemajuan teknologi. Tujuannya, kata dia, menyuguhkan kue legit berupa berita yang informatif, akurat, enak dibaca sekaligus diperlukan.

"Bisa dibayangkan, begitu banyaknya media online yang berebut pembaca yang sama, jadi suguhan kita harus lebih punya daya tarik," katanya mengingatkan.

Ke depan, Rida memproyeksikan media online akan mencengkeram akses kebutuhan informasi, di samping media visual seperti televisi. Karena itu, sinergi  membentuk konvergensi serta transformasi media menuju era digitalisasi tak mungkin terelakkan. Itu telah dimulai dalam upaya mencari cara yang lebih pas dalam mengembangkannya, dan karenanya belum dilaksanakan di seluruh grup.

Acara Forum Pemred RPG II itu merupakan kegiatan rutin yang diadakan media-media yang bernaung di bawah grup media raksasa di wilayah Sumatera bagian uyara, Riau Pos Group. Kegiatan itu jadi ajang komunikasi antar pimpinan media sekaligus wadah menggali pengetahuan.

"Forum Pemred ini jadi referensi terpercaya untuk berbagi ilmu," kata CEO Riau Pos Group, Makmur Kasim, saat membuka acara, Senin (23/11) lalu.(zar/rna/rpg)


++ Lainnya »

++ Indeks »