Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Wapres Jusuf Kalla Bersedia Hadir Pada Acara Perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa di Lingga Jurnalistik  Dua Tokoh Pers Raih Anugerah, Ramon Moderator Nasional Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  Gubernur Kembali Cari Klub di Liga 2 Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 

MAKALAH

Download

Download

Home / Budaya

Festival Sungai Carang 2017 Hadirkan Jejak Sejarah Melayu di Crossborder

Senin, 16 Oktober 2017 10:48 | Budaya

KEPRI - Tanjung Pinang terus berkreasi untuk menjadi destinasi wisata yang paling diminati di kawasan utara Sumatera. Salah satu cara daerah yang masuk dalam wilayah Border Tourism itu dengan menggelar even Festival Sungai Carang (FSC) 2017 yang akan dihelat 16-18 Oktober 2017 di Tepilaut Sungai Carang, Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Acara FSC ini juga masuk dalam rangkaian kegiatan dari Festival Bahari Kepri 2017.


Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Boer Alimar mengatakan, salah satu kegiatan utamanya adalah Parade Kapal Hias yang tahun ini mengambil tema Niaga atau Perdagangan.

Pemilihan tema tersebut karena dulunya Sungai Carang merupakan pusat perekonomian. Para pedagangannya bukan hanya lokal namun juga manca negara. Sungai Carang adalah sumber kehidupan dan peradaban Kepri di jaman lampau.
 
”Dari sungai inilah kelompok berkembang menjadi kampung, negeri dan bandar yang riuh ramai.Sungai Carang adalah tapak dan jejak sejarah Melayu" kata Boer Alimar.

Boer menambahkan, parade kapal hias ini akan dilaksanakan pada malam hari. Untuk tahun ini,pesertanya terbatas hanya 30 kapal saja dan nantinya setiap kapal diberi nama dari 30 tokoh dalam sejarah Melayu."Menjadi rangkaian acara penutup, parade 30 kapal sampan tradisional hingga kapal pesiar modern, yang semuanya dihiasi dengan kain,  bendera dan lampu akan melintas di sepanjang Sungai Carang, mulai dari Pelabuhan Sri Bintan Pura di Tanjung Pinang di Pulau Bintan dan setelah berlayar ke hulu, kapal-kapal tersebut kemudian akan berbalik, tiba di pulau Penyengat," lanjutnya. Selain Parade Kapal juga digelar lomba lainnya yang menambah kemeriahan acara lantaran melibatkan masyarakat dan pelajar yakni Lomba Drumband Antarpelajar, Lomba Pembacaan Gurindam 12 untuk tingkat pelajar SMP dan SMA se Kepri dan  Lomba Kuliner 10 Kampung.

"Lomba Drumband dan Kuliner 10 Kampung pada pukul 08.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan dengan lomba Pembacaan Gurindam 12. Kegiatan tersebut diperkirakan bakal diikuti 1.000 orang pelajar dari 20 sampai 25 peserta grup drumband. Karena satu grup, biasanya pesertanya 40 hingga 70-an orang," tambahnya.FSC 2017 memperingati kemenangan kerajaan Riau di bawah Raja Ali Haji Fisabilillah melawan armada Belanda yang menyerang pada tahun 1784 dan tahun ini menyatu dengan Sail Karimata Festival, yang diselenggarakan bersamaan dengan Karimata Yacht Rally yang bergabung dengan peserta dari Australia, Malaysia, Singapura dan negara-negara lain.Selain mengikuti acara festival, para wisatawan juga bisa menikmati tur sejarah melalui kapal wisata yang sudah disediakan untuk mengetahui bagaimana wilayah Riau dan Kepulauan Riau terbentuk. Tur akan mengambil rute berlayar mulai dari Pelantar 1, kemudian menyusuri Sungai Carang mengarah ke Jembatan Engku Putri.

Sepanjang perjalanan ke arah hulu sungai, kapal melintasi sejumlah area bersejarah seperti Pulau Bayan, Tanjungunggat, Kampung Bulang, Pelabuhan Batu 6 hingga situs Kota Rebah. Selesai menghulu, kapal kemudian menghilir kembali ke arah Pulau Penyengat dan memutarinya kemudian berlanjut ke Teluk DompakMenteri Pariwisara Arief Yahya menilai kegiatan FSC 2017 ini menambah kazanah budaya dan sejarah di Kepri. Pasar Malaysia dan Singapore sangat potensial untuk tema budaya melayu ini. “Pariwisata itu terkait erat dengan kedekatan atau proximity, baik dekat secara jarak maupun dekat secara budaya,” jelas Arief Yahya.

Festival Pulau Carang ini bisa dapat dua-duanya. Jarak dengan dua negara serumpun itu dekat. Budayanya juga sama-sama melayu. “Kalau dipromosikan dengan baik, maka ini akan menjadi tontonan yang mengasyikkan,” kata Menpar Arief Yahya.

Festival ini juga dapat menjadi salah satu event yang dapat menjadikan kota Tanjungpinang sebagai daerah kunjungan wisatawan. Tentunya dapat menumbuhkan prekonomian masyarakat yang ada di Tanjungpinang serta menggenjot pariwisata di area Crossborder. "Masyarakat minimal sudah mendapatkan efeknya dan para pelaku usaha kreatif juga sudah bisa menangkap peluang yang ada," katanya.

“Kita berharap target kunjungan wisatawan mancanegara ke Provinsi Kepri akan tercapai jika kita berkolaborasi dalam penyelenggaraan event seperti Festival Bahari Kepri ini dan kuncinya adalah bekerjasama melibatkan seluruh stakeholder pemerintah dan swasta di Provinsi Kepri”, tutupnya.(*)


++ Lainnya »

++ Indeks »