Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Media Massa sebagai Produk Kebudayaan Jurnalistik  Dua Tokoh Pers Raih Anugerah, Ramon Moderator Nasional Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  Gubernur Kembali Cari Klub di Liga 2 Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 

MAKALAH

Download

Download

Home / Sastra

'Secangkir Kopi Sekanak' Perteguh Cinta Melayu Rida K. Liamsi

Kamis, 16 November 2017 10:59 | Sastra

JAKARTA - TIRASTIMES: Presiden Penyair Indonesua, Sutardji Calzoum Bachri (SCB)  naik ke panggung dengan penuh percaya diri. Penampilannya memakai jas, topi dan sal di leher. Dia berucap di depan mikrofon disaksikan sekitar 400-an hadirin. Kemudian SCB didaulat menandatangani cover buku puisi 'Secangkir Kopi Sekanak' yang dominan berwarna hitam yang didampingi penyair Rida K Liamsi.

Begitulah suasana Peluncuran Buku Puisi 'SKS' karya Rida yang dipusatkan di Gedung Perpustakaan Nasional yang baru di kawasan Medan Merdeka Selatan. Acara juga ditandai dengan penampilan baca puisi antara lain Asrizal Nur, LK Ara, Sihar Ramses Simatupang, dan musikalisasi puisi.



SCB dalam alu-aluan peluncuran buku itu mengatakan penyair yang melahirkan kata-kata  bisa saja melahirkan sejarah karena sejarah bisa melahirkan kata-kata atau kata-kata melahirkan sejarah. Apakah kata-kata itu terselesaikan atau tidak terselesaikan.

Sedangkan Rida K. Liamsi yang kini berusia 74 tahun mengungkapkan kebahagiaannya karena masih bisa berkarya dalam berbagai genre sastra.



''Saya sewaktu masih bekerja di industri media, saya selalu berjanji pada diri sendiri pada tiap ulangtahun membangun gedung baru untuk kemajuan bisnis media. Sekarang, saya mewujudkannya dengan menerbitkan buku baru di setiap ulangtahun saya,'' ucap Rida yang disambut tepuk tangan hadirin.

Di acara yang  sama dilakukan bedah buku oleh empat sastrawan Indonesia yakni Ahmadun Yosi Herfanda dan Hasan Aspahani di sesi pertama serta Fakhrunnas MA Jabbar dan Kurnia Effendy di sesi kedua. Diskusi ini dipimpin oleh moderator Syofyan ZH Zahid.



Berbagai persoalan muncul dalam diskusi baik yang berkaitan dengan proses kreatif Rida, sosok Rose yang penuh teka-teki sehingga menggoda SCB menanyakan langsung pada Rida, lokalitas Melayu dalam sastra Indonesia hingga posisi Rida dalam kepenyairan Indonesia.

''Buku SKS yang syarat dengan puisi bertema sejarah keagungan Melayu makin memperteguh kecintaan Rida pada kultur Melayu yang telah membesarkannya,'' kata Fakhrunnas MA Jabbar saat mengulas buku puisi tersebut.



Hal menarik, atas kemurahan hati Rida, setiap hadirin memperoleh satu buku puisi sebagai tanda kenang-kenangan. Buku SKS bagi Rida merupakan buku puisi kelima setelah Ode X, Perjalanan Kelekatu, Tempuling dan Rose yang dwi bahasa. (NS)



Source : www.tirastimes.com/read-444-2017-11-16-secangkir-kopi-sekanak-perteguh-cinta-melayu-rida-k-liamsi.html

++ Lainnya »

++ Indeks »