Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Junaidi Syam Seniman/ Budayawan Pilihan Sagang Jurnalistik  Dua Tokoh Pers Raih Anugerah, Ramon Moderator Nasional Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  Gubernur Kembali Cari Klub di Liga 2 Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 

MAKALAH

Download

Download

Home / Budaya

10 Nomine Penerima Anugerah Jembia Emas 2017

Selasa, 05 Desember 2017 10:19 | Budaya

TANJUNGPINANG – Yayasan Jembia Emas telah memilih sepuluh nama budayawan/seniman sebagai nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2017. Nama-nama yang terpilih telah melalui sidang dewan juri yang dipimpin langsung oleh Pembina Yayasan Jembia Emas, Rida K Liamsi.

Bukan kerja yang mudah. Begitu pengakuan Rida. Mengingat dari puluhan nama usulan yang masuk ke meja dewan juri, seluruhnya boleh dinyatakan layak masuk daftar nomine. ”Tapi kami tetap konsisten mengikut pada kualifikasi yang sebelumnya telah disepakati. Itu rambu-rambu kami dalam menilai,” kata Rida, kemarin.

Disusun alfabetis, sepuluh nama budayawan/seniman nomine penerima Anugerah Jembia Emas 2016 yaitu; Abdul Kadir Ibrahim (sastrawan), Abdul Malik (budayawan), Adi Lingkepin (musisi), Ali Pon (pemantun), Amsakar Achmad (sastrawan), Aswandi Syahri (sejarawan), Deddy Junizar (perupa), Ramon Damora (sastrawan), Tarmizi Rumahitam (sastrawan), dan Teja Alhabd (sastrawan).

Menarik bila menilik pilihan dewan juri. Betapa daftar nama budayawan/seniman pilihan tersebut terdiri dari ragam latar belakang. Ada yang berkarya di bidang sastra, seni lukis dan rupa, sejarah, dan penelitian-penilitian kebudayaan. Malah beberapa nama dikenal masih aktif tercatat sebagai birokrat. Soal ini, Rida punya pendapat.

”Seni itu bukan kerja sampingan, tapi panggilan hati. Kerja dan birokrasi tidak bisa membunuh naluri seorang seniman. Karena hakikat seorang seniman/budayawan itu adalah karya. Itu anugerah hidup yang kemudian diwariskan pada generasi berikutnya,” ungkap Rida.

Rida menambahkan, selama lima hari ke depan, sepuluh nama nomine ini akan melewati tahap uji publik. Pada tahapan ini pula, dewan juri juga akan kembali menimbang bobot karya dari masing-masing nama.

Termasuk pula melihat lebih teliti ihwal pengaruh karya-karya masing-masing nama pada pembangunan kebudayaan Melayu setakat ini.

”Nama penerima anugerah akan kami umumkan di media massa pada 10 Desember mendatang. Lalu penyerahan penghargaan tersebut akan dilangsungkan pada 15 Desember di Tanjungpinang,” jelas Rida.

Pada helatan Anugerah Jembia Emas 2017 yang merupakan perayaan ulang tahun Yayasan Jembia Emas, sudah disiapkan hadiah utama bagi satu nama yang ditetapkan sebagai budayawan/seniman pilihan.

”Kami akan memberikan satu trofi Anugerah Jembia Emas dan uang tunai senilai Rp 25 juta bagi budayawan/seniman pilihan,” kata Rida.

Besaran uang tersebut, sambung Rida, memang tidak dapat mengganti keringat atas usaha menjaga serta membangun kebudayaan di Kepulauan Riau. Namun setidaknya diharapkan bisa menjadi semacam pemantik gairah agar budayawan/seniman pilihan tersebut semakin giat dan tunak dalam berkarya dari waktu ke waktu.

”Anugerah Jembia Emas ini hanya sebuah cara kecil yang kami tahu untuk mengucap terima kasih atas dedikasi dan loyalitas untuk membangun kebudayaan Melayu di Kepulauan Riau,” pungkas Rida. (tih)


++ Lainnya »

++ Indeks »