Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Junaidi Syam Seniman/ Budayawan Pilihan Sagang Jurnalistik  Nilai Seorang Wartawan Adalah Tulisan Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  Gubernur Kembali Cari Klub di Liga 2 Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 

MAKALAH

Download

Download

Home / Puisi

Banyuwangi

Puisi Rida K Liamsi


: SA

Mengapa kau selalu melanggar pantang, Sri Tanjung
 Tegak  di bawah bendang matahari pagi, memanggang diri. Sendiri
  Gerai rambut dan bayang jelitamu
   Jadi bisikan berahi kepada semua  jiwa yang lara
     Tak terkecuali sang Paduka Raja
     Tiap waktu memendam  rindu
     Tiap sempat  menyimpan hasrat
     Tiap saat menyebar kesumat
        Kaukah  yang sengaja menggoda sang raja
        Membiarkan nafsu terus memburu
        Membiarkan sang Raja lelap dalam alpa ?


Lihatlah aku,kekasihku
Kini tenggelam dalam bimbang
Antara cinta dan kesetiaan pada Sang Hiyang
Kekusaan dan nafsu  telah meletakkan pedangnya di leher kakanda
Mahapatih yang tak berdaya

Kau tersenyum, membiar pagi berbisik sendiri :
Junjunganku , bendang mentari pagi
Adalah  cahaya  yang membakar cinta dinda
Surya yang bangkit dari ujung samudera
Adalah mantera  kehidupan yang menyihir mimpi kita
Bayang bayang laut dan merahnya sang surya Adalah bara cinta yang menyulam asa
Menyimpan wangi setiap kau susupkan wajahmu  di dadaku
Jelitaku hanya untukmu mahapatihku
Dan biarkan  matahariku merawatnya jadi rindu

Haruskan aku mendurhaka , Sri Tanjungku
Jika kutatang cintamu dan pergi jauh ke ujung surya
Aku akan jadi pecundang 
Blambangan mengusirku dari sejarah
Mencampakkan  aku ke ujung jazirah
Jika kubiarkan sang raja membawamu ke ranjang singgasana
Aku akan tenggelam dalam nestapa
Meratapi cinta yang jadi bala
Mahapatih sang pendurhaka

Kau mengibaskan rambutmu dan menabur pesona mataharimu
: di sana ada sebuah sumur tua
Tempat dinda merenung saat lara
Tempat dinda becermin ketika kehilangan sukma
Bunuhlah dinda di sana, dan setialah pada sang Prabu penguasa tahta
Biarkan dinda tidak harus memilih sesiapa Biarkan cinta dinda jadi aroma
Bau wangi  saat kita menanggung rindu
Saat kau basuh mukamu dan menghapus masa lalu

Angin laut selatan berdesir
Matahari bangkit dari ujung Jawa
Dan keris patih Sidopekso  menoreh luka di dada Sri Tanjung matahari cinta
Dari puncak  Ijen , para pelancong berbagi cerita
Tentang sebuah sumur tua, sebuah jalan lama, tentang sebuah legenda.
Tentang  Banyuwangi , the sun rise of Java

2018


++ Lainnya »

++ Indeks »