Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Lingga, Jejak dan Warisanya dalam Tamaddun Melayu Jurnalistik  Nilai Seorang Wartawan Adalah Tulisan Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  Testimoni Untuk Buku Marhalim Zaini Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 

MAKALAH

Download

Download

Download

Home / Aktifitas

Pengantar Buku Asrizal

Menghidupkan Kembali Bangsawan

Rabu, 01 Januari 2020 12:25 | Aktifitas

Pertunjukan seni tradisi "Mencencang Air di Sasono Langen Budoyo TMII, Jakarta , Jumat(12/07/2019) malam. Foto: Sri Sugiarti


Oleh : Rida K Liamsi

Bangsawan adalah genre teater yang populer bagi masyarakat lapisan bawah. Meski teater ini bermula dari lingkungan istana, tapi dalam perkembangannya telah menjadi salah satu pertunjukan rakyat. Ceritanya pun yang pada mulanya  kebanyakan tentang kehidupan istana dan elit politik  kelas atas, para raha dan pangerab, dll, tapi cerita cerita itu begitu mudah dipahami dan diserap masyarakat lapisan bawah. Para pedagang, petani, nelayan, dan lainnya . Teater ini populer nyaris di setiap desa, seperti  yang ada di Kepulauan Riau yang punya group-group bangsawan, tonel, dan lsinnya. Terkadang lebih populis  dibanding Mak Yong atau Mendu  , dua gente teater yang  juga sudah dianggap sebagai pertunjukan rakyat. " Main Sandiwara " atau " Main Bangsawan " begitu teater ini mengambil tempat di tengah masyarakat dan pendukungnya. Di Palembang misalnya saat ini Teater Dul Muluk tetap hadir dan dipertahankan.

"Mencencang Air " , naskah drama  usang ditulis Asrizal Nur , seorang penyair, dramawan ini , adalah sebuah naskah untuk teater bangsawan. Bukan hanya isi lakon atau ceritanya , tapi setting dan dialog yang disajikan jelas berkisah tentang kehidupan istana dan kerajaan yang ada di tanah Melayu ( walaupun naskah ini menghindari dari menyebut nama kerajaan mana itu dalam bentang perjalanan sejarah negeri negeri melayu di kawasan semenanjung Melaka dan kawasan sekitarnya ) tapi orang akan dengan mudah menunjuk dan mengenal pasti negeri atau kerajaan  mana yang dimaksud.

Menghidupkan kembali teater bangsawan ini  memang sebuah upaya yang patut  dihargai karena sudah semakin langka teater ini ditampilkan dan hanya pada kawasan tertentu saja. Padahal peran dan fungsi edukasinya terhadap khalayak penontonnya begitu besar. Strategis dan berjangkauan luas. Bangsawan sudah dikalahkan oleh teater moderen yang bisa tampil dengan propetti sederhana, praktis, dan didukung cerita yang lebih aktual dengan perangkat multimedia yang lebih handal. Sementara bangsawan , meskipun sebagai sebuah pertunjukan pentas juga dapat dikemas  secara moderen , seperti menjadi opeta atau drama klasik , tetapi menghadapi kendala infrastruktur pertunjukan yang terbatas, terutama gedung pertunjukan.

Teater  bangsawan memang memerlukan dukungan naskah cerita yang bagaimanapun merupakan bahagian esensial dari sebuah teater bangsawan. Naskah drama yang ditulis Asrizal Nur  ini tampaknya memang disiapkan untuk sebuah bangsawan moderen , paling tidak dari aspek  tata panggung dan dialog-dialognya  yang tentu sudah jauh berbeda dengan teater bangsawan yang lama.

Diera orde baru , Departemen Penerangan telah memanfaatkan teater bangsawan dan teater rakyat lainnya sebagai  media komunikasi untuk menyampaikan pesan pesan pembangunan dari pemerintah. Pada era itu teater  rakyat dan berbagai versi pertunjukan rakyat  dan mendapat tempat dan pendukungnya . Namun sekarang di era Kementerian Informasi ( Kominfo ) ini dimana aspek teknologi informasi lebih dominan sementara sisi visual dalam bentuk pertunjukan rakyat dan lainnya , sudah makin tersisih dan dianggap ketinggalan zaman.

Naskah " Mencencang Air " ini adalah upaya untuk membawa kembali teater  bangsawan ke tengah gelanggang kesenian , terutama kesenian rakyat. Naskah ini telah ditulis dan dikenal sebagai sebuah naskah untuk pertunjukan bangsawan moderen dengan tetap mempertahankan roh bangsawan, serta mengangkat nilai-nilai esensial budaya , khususnya budaya melayu, sebagai semangat  dan kekuatan cerita. Moral ceritanya tetaplah sebuah edukasi publik bagaimana sikap khianat, culas dan dengki itu  tidak sepatutnya lagi menjadi sandaran kekuasaan dan elit politik untuk merebut dan mempertahankan kekuasaannya , meskipun  tentu saja sikap buruk demikian itu  bersifat harfiah dan tetap ada dimana pun  dan kapan pun. Hanya bungkus dan bajunya saja yang berbeda-beda. Makin moderen, canggih dan makin sulit dikenal.

Selain naskah yang baik, Aspek multimedia haruslah juga dipahami para pendukung teater bangsawan ini , agar teater rakyat ini tetap hidup. Seperti Mak Yong, Mendu, Dul Muluk dan lainnya. Meskipun dalam komunitas kesenian yang makin terbatas.

 


++ Lainnya »

++ Indeks »