Bisnis  RDK Gandeng Saudagar Melayu Budaya  Lingga, Jejak dan Warisanya dalam Tamaddun Melayu Jurnalistik  Nilai Seorang Wartawan Adalah Tulisan Sahabat  Puisi dari Komunitas Penyair Asean - Korea Aktifitas  MARI BERENANG DI SUNGAI RINDU RIDA K. LIAMSI Profil  Sebesar Apa Naga dalam Diri Kita

Rida mungkin telah ditakdirkan menjadi Raja Media di Sumatera Bagian Utara. Sukses dengan bisnis media, Rida seperti menggelinding ke dunia bisnis .Meski begitu sibuk degan berbagai kegiatan kewartawanan dan juga bisnisnya, ternyata Rida tak pernah lepas dari dunia kesusastraan dan perhatiannya terhadap pelestarian dan pengembangan budaya Melayu
 


Home / Aktifitas

Endorsmen Untuk Buku Puisi Musa Ismail

Kamis, 16 Januari 2020 15:00 | Aktifitas

internet


Puisi-puisi Musa Ismail dalam kumpulan :  Tak Malu Kita Jadi Melayu, adalah puisi-puisi gelisah  seorang Melayu yang mencari celah  untuk keluar, menerabas segala hempangan kesunyiannya . Keterpencilan kultural-nya.

Lihatlah pasukan kata-katanya bagai balatentera yang berbaris menuju medan perang, mencabut keris untuk membebaskan kegelisahan kultur Melayu-nya yang dikepung oleh cungkup keterpencilan dan kepungan budaya lain.


Gelisah sosial, politik dan juga ekonomi. Dan puisi-puisi itu ditulis  dari bilik puisi sunyinya di pulau Bengkalis, salah satu pulau bersejarah  tempat kultur Melayu membangun kuasa dan jati dirinya.

Pulau perbancuhan roh kemelayuan sejak ratusan tahun, di lintasan Selat Melaka dan Laut  Cina Selatan. Debur ombak, pekik angin, dan gemuruh badai seakan mengantar pasukan kata-kata puisinya kemana-mana. Menerabas dan mencari celah bagaimana gelisahnya  sebagai  penyair  Melayu menemukan arah untuk melawan hempangan keterpencilan  dan keterasingan  itu .

Tanjak, keris dan Sultan sebagai simbol kemerdekaan sebagai penyair dalam mencari  ruang untuk bertukar resa dan kegelisahan. Sebuah laut kata-kata  Melayu yang mencari ruang makna. Makna hidup, makna kesunyian seorang penyair.  Shabas Musa ! ( Rida K Liamsi , Penyair )


++ Lainnya »

++ Indeks »